Adalah aku.
Aku yang terus-terusan berpikir bahwa sedang beruntung, entah berapa kali lipat karena sudah diberi kesempatan untuk merasakan bahagia dengan kamu.
Sering.
Teramat sering sosok aku ini pesimis.
Pesimis jika nantinya bukan aku, bukan aku sosok yang kamu impikan untuk menjadi seorang pendamping. Pendamping hidup, dan pendamping rentamu nanti.
Entah.
Entah apa yang ada di pikiran kamu tentang aku, yang mungkin dan sangat mungkin punya banyak kekurangan yang sama sekali tidak pantas kamu banggakan.
Aku ini adalah sosok egois.
Yang sama sekali tidak ada keinginan membagi kamu dengan yang lain.
Panggil aku ini bodoh, jika memilih hidup bahagia, tapi bukan dengan kamu.
Aku ini adalah sosok yang ke-kamu-kamu-an.
Yang sama sekali tidak menyesal memperjuangkan segalanya tentang kamu.
Panggil aku ini bodoh, jika sedang berjuang, tapi bukan memperjuangkan kamu.
Aku punya beberapa lembaran lama tentang hidup, yang banyak mengajariku banyak hal, terutama tentang cinta. Bahwa sebenar-benarnya cinta adalah memiliki. Dan hati yang mungkin tidak sengaja patah, adalah resiko terbesarnya.
Aku suka skenario Tuhan mempertemukan kita.
Aku di mana, kamu di mana. Tuhan memang Maha Bisa.
Mendekatkan kita yang awalnya jauh, tentu bukan satu hal yang sulit.
Aku suka cara kita melipat jarak.
Aku di mana, kamu di mana.
Jarak itu jelas, ada, dan pekat rasanya.
Tapi hebatnya kita, sama sekali tidak menganggapnya ada.
Beruntungnya aku.
*Sumber : http://www.misteeerius.net/blog.html
Rabu, 06 November 2013
Jatuh Cinta Diam-Diam
Jatuh cinta diam-diam kayaknya udah jadi kebiasaan para pejatuh cinta sebelum mereka bener-bener jadian. Ya syukur kalo ujung-ujungnya jadian, kalo enggak itu loh yang kasian.
Kenapa seorang pejatuh cinta kebanyakan betah memendam perasaannya?
Alasannya klasik sih.
Kalo cewek, dia masih kalah sama gengsi. Bagi mereka; “Ah, masa iya cewek duluan yang ngomong, gila amat.” Dan kalo cowok, kebanyakan kurang tegas sama apa yang dia rasain. Kebanyakan gini; “Ngomong nggak ya.. Kalo gue ngomong takut ditolak mentah-mentah, kalo gue nggak ngomong disangka nggak gentle.”
Banyak aspek yang menjadikan jatuh cinta diam-diam populer di kehidupan percintaan remaja kini. Padahal mereka juga ngerti kalo nahan rasa jatuh cinta itu susah, nggak bisa, bahkan nyakitin. Tapi kenapa masih dilakuin? Itu yang bikin SBY prihatin.
Oke, itu tadi nggak nyambung.
Menurut gue..
Jatuh cinta itu sama kayak batuk. Susah ditahannya.
Tapi analogi ini bukan berarti obat batuk laku keras? Enggak.. Enggak. Nggak ada hubungannya sama itu. Mentang-mentang para pejatuh cinta sekarang banyak, terus obat batuk bakal banyak kebeli juga? Nggak loh ya. Takutnya setelah baca ini kalian pindah haluan jadi penjual obat batuk, jangan.
Well~
Kalo emang cinta ya bilang aja cinta. Kalo emang sayang ya bilang aja sayang. Nggak perlu pura-pura, nggak perlu ditunda. Karena pura-pura tak jatuh cinta mengartikan dia sudah merasakan setengahnya sakit hati.
*Sumber : http://www.misteeerius.net/blog.html
Kenapa seorang pejatuh cinta kebanyakan betah memendam perasaannya?
Alasannya klasik sih.
Kalo cewek, dia masih kalah sama gengsi. Bagi mereka; “Ah, masa iya cewek duluan yang ngomong, gila amat.” Dan kalo cowok, kebanyakan kurang tegas sama apa yang dia rasain. Kebanyakan gini; “Ngomong nggak ya.. Kalo gue ngomong takut ditolak mentah-mentah, kalo gue nggak ngomong disangka nggak gentle.”
Banyak aspek yang menjadikan jatuh cinta diam-diam populer di kehidupan percintaan remaja kini. Padahal mereka juga ngerti kalo nahan rasa jatuh cinta itu susah, nggak bisa, bahkan nyakitin. Tapi kenapa masih dilakuin? Itu yang bikin SBY prihatin.
Oke, itu tadi nggak nyambung.
Menurut gue..
Jatuh cinta itu sama kayak batuk. Susah ditahannya.
Tapi analogi ini bukan berarti obat batuk laku keras? Enggak.. Enggak. Nggak ada hubungannya sama itu. Mentang-mentang para pejatuh cinta sekarang banyak, terus obat batuk bakal banyak kebeli juga? Nggak loh ya. Takutnya setelah baca ini kalian pindah haluan jadi penjual obat batuk, jangan.
Well~
Kalo emang cinta ya bilang aja cinta. Kalo emang sayang ya bilang aja sayang. Nggak perlu pura-pura, nggak perlu ditunda. Karena pura-pura tak jatuh cinta mengartikan dia sudah merasakan setengahnya sakit hati.
*Sumber : http://www.misteeerius.net/blog.html
Rabu, 30 Oktober 2013
Untuk Kamu, Mantan Pacarku.
Hei kamu. Iya, kamu. Apa kabar? Aku harap kamu baik-baik saja. Akupun begitu, meski aku tahu kamu tidak akan menanyakan kabarku. Bagaimana pekerjaanmu? Lancar-lancar sajakah? Masihkah kamu telat makan? Dulu aku yang sering mengingatkanmu untuk makan, meski hanya lewat pesan SMS. Karena dulu kita jauh; kamu di Jakarta, aku di Bogor. Orang bilang itu LDR; Long Distance Relationship. Hubungan dimana kita hanya bisa memeluk lewat doa, dan mengecup lewat gambar. Sedih ya? Tapi kamu pasti sekarang sudah tidak sedih lagi. Sudah ada dia di sampingmu. Hei, mengapa kamu terbelalak seperti itu? Apa kamu heran aku sudah mengetahui hal itu? Aku sudah tahu. Dia yang di sampingmu sekarang pasti lebih baik, lebih sabar dan lebih cantik dariku. Lihatlah, dia tersipu malu. Tidak mengapa. Se
Surat ( Yang Masih Saja) Untuk Kamu ..
Hei apa kabar kamu? Masihkah aku jadi yang pertama kaupikirkan? Disini, di tempatku, semua tentangmu masih jadi yang utama. Semuanya masih tentang kamu, segalanya masih berisikan kamu. Ingatanku, hatiku, semuanya. Mataku masih hanya melihat dirimu, meskipun orang yang dihadapanku bukan kamu. Telingaku masih mendengar suaramu, meskipun bukan kamu yang berbicara. Kamu masih sangat melekat di jemariku, dengan hangat yang sama seperti dulu kamu pernah menggenggamnya. Kamu menempel terlalu lekat, tanpa perlu lem perekat super kuat.
Dan kamu masih menjadi sebabku melamun lalu menghelah napas dengan berat. Kamu masih jadi sebabku mendengarkan lagu galau lalu menuliskannya sampai berlembar-lembar halaman. Kamu masih jadi trending topic di tiap posting blogku. Temanya masih tentang kamu, lalu judulnya sampai isinya. Kamu masih ada, menghuni ruang di pojok rumah hatiku yang kuberi nama “Kenangan”. Masih betah disana? Atau mau pindah ke ruangan lain? Atau rumah yang lain?
Hei kamu, bolehkah kalau kubilang, aku rindu?
Aku rindu matamu, yang pernah menatapku begitu dalam sampai aku merasa tenggelam di dalamnya. Aku rindu senyummu, yang lengkungnya seperti pelangi terbalik, mewarnai hariku yang monokrom. Aku rindu ucapan “selamat malam” milikmu, ucapan “selamat malam” milik orang lain tak semanis milikmu. Aku rindu parfummu, aku tidak tahu merknya apa tapi sialnya setiap ada orang yang memakai parfum yang sama denganmu, lututku langsung lemas. Masih sebegitu kuatnya efekmu melemahkan urat sarafku. Aku rindu suaramu, berat dan lembut. Suara yang selalu ingin kudengar di ujung hari yang melelahkan.
Hei kamu, masihkah mendengarkan aku?
Ingat janjimu pada malam itu? Kamu akan memenuhi semua keinginanku, mengajakku berjalan-jalan dengan motor barumu. Aku masih menunggunya loh. Tapi tidak apa-apa, lupakan saja kalau itu terlalu berat untukmu. Aku tidak mau menagihnya langsung padamu. Jika Tuhan berbaik hati, Dia akan menyuruh angin membisikkan pintaku ke telingamu hingga kamu sadar kalau bisik itu adalah isi hatiku. Tapi Tuhan sungguh berbaik hati, Dia memberikan apa yang kubutuhkan, dan mungkin saja kamu bukan salah satunya. Tapi tidak apa-apa, lupakan saja.
Dan Kamu,
Demi semua hal absurd yang pernah kulakukan, dan demi semua tulisan random yang pernah kutulis di blog atau di buku harianku, jika kukatakan aku ingin kamu kembali, bisakah kamu penuhi itu?
*sumber : http://el-balgis.blogspot.com/
Dan Kepadamu, Logika
Hei, kamu. Masih berada di kepala itu?
Pantas saja, kau sombong sekali.
Jangan karena posisimu lebih tinggi daripadaku,
Kau bisa seenak hatimu begitu.
Tunggu, kamu tidak punya hati.
Kau benar, dia mantanku.
Yang pernah membawaku melesat ke awang-awang.
Yang pernah memberiku milyaran harapan,
Lalu menyakitiku begitu dalam.
Hei, ada apa denganmu?
Diam sajalah, berhenti berkomentar.
Aku baik-baik saja.
Tanpa luka ini pun aku memang terlahir rapuh.
Tidak sepertimu.
Tapi apa pedulimu?!
Kau ingin tahu mengapa aku tidak pernah mengajakmu bermain?
Kau sungguh ingin tahu? Baiklah.
Kamu itu kaku, sungguh.
Sombong, angkuh, merasa paling benar.
Kita memang beda.
Kamu benar, tapi aku juga tidak salah.
Terkadang, kita memang harus jatuh dan terluka,
Lalu bangkit lagi, dan terluka lagi.
Dengan begitu kita akan lebih kuat jika suatu saat harus terjatuh lagi.
Kamu tidak mengerti?
Wajar, kamu memang tidak pernah jatuh.
Karena itulah, aku tidak ingin bermain denganmu.
Kita bertemu lain kali saja, ya?
Ketika kita sudah sejajar.
Kamu yang merendah,
atau aku yang menaiki tangga untuk sampai kepadamu.
Tunggu, aku tidak punya tangga.
Baiklah, lain kali saja.
Dari Aku, hati yang berada di bawahmu.
*sumber : http://el-balgis.blogspot.com/
Story Adrp :)
(Surat ini adalah catatan hati ku untuk perempuan yang ku cinta dan ku sayang,walupun saya belum sempat mengungkapkanya.. )
Aku kadang merasa sulit mengatakan apa yang aku rasakan, tetapi aku berharap kita tidak akan pernah membiarkan apapun yang sudah kita miliki bersama ini sirna. Tak peduli apakah kita terpisah ribuan mil ataupun hanya sejengkal.
Aku kadang merasa sulit mengatakan apa yang aku rasakan, tetapi aku berharap kita tidak akan pernah membiarkan apapun yang sudah kita miliki bersama ini sirna. Tak peduli apakah kita terpisah ribuan mil ataupun hanya sejengkal.
Sebab kau telah meninggalkan jejakmu di hatiku..
Hari-hari yang sedang kita lalui ini untuk beberapa saat ini, mungkin akan kita jalani dalam waktu yang cukup lama dengan jarak yang terpisah.
Namun, ikatan hati yang teruji dan sejati itu Langka !!
Dan ikatan hati dengan mu ini adalah suatu ikatan hati yang ingin ku jaga dengan segenap hati.
Ikatan khusus kita ini adalah jenis ikatan yang istimewa,
yang membebaskan kita membicarakan dan saling memberi tahu apapun.
Kita banyak melakukan hal bersama, kita selalu mengumpulkan pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan kita dan menaruhnya di dalam hati kita masing-masing.
Kita memiliki banyak kenangan bersama, beberapa di antaranya menyedihkan namun banyak pula yang menggembirakan.
Namun, ikatan hati yang teruji dan sejati itu Langka !!
Dan ikatan hati dengan mu ini adalah suatu ikatan hati yang ingin ku jaga dengan segenap hati.
Ikatan khusus kita ini adalah jenis ikatan yang istimewa,
yang membebaskan kita membicarakan dan saling memberi tahu apapun.
Kita banyak melakukan hal bersama, kita selalu mengumpulkan pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan kita dan menaruhnya di dalam hati kita masing-masing.
Kita memiliki banyak kenangan bersama, beberapa di antaranya menyedihkan namun banyak pula yang menggembirakan.
Kita telah membuka tempat-tempat
istimewa dalam hati kita, di mana yang boleh datang hanya kau dan aku..
Ikatan hati kita ini tidak terjadi begitu saja, kita membangunnya dari waktu kewaktu, hari demi hari, dengan pengertian, pengorbanan, air mata, dan kasih..
Aku tidak pernah ingin membiarkan kita saling menjauh..
istimewa dalam hati kita, di mana yang boleh datang hanya kau dan aku..
Ikatan hati kita ini tidak terjadi begitu saja, kita membangunnya dari waktu kewaktu, hari demi hari, dengan pengertian, pengorbanan, air mata, dan kasih..
Aku tidak pernah ingin membiarkan kita saling menjauh..
Mungkin kita tengah menjalani arah yang berbeda,
tetapi itu tidak akan mengubah ikatan yang telah kita miliki dan apa-apa yang ada di hati kita..
Walau ada jarak yang nyata di antara kita, namun ada suatu tempat dalam diriku,di mana pikiran-pikiran tentang dirimu serta hal-hal yang sudah kita lalui bersama tetap tersimpan hangat dan aman..
Karena pada saat-saat kita terpisah, aku ingin agar kau menyimpanku dalam hati dan pikiranmu..
Kau telah memenuhi hati dan pikiranku dengan kenangan yang cukup banyak untuk kusimpan
tetapi itu tidak akan mengubah ikatan yang telah kita miliki dan apa-apa yang ada di hati kita..
Walau ada jarak yang nyata di antara kita, namun ada suatu tempat dalam diriku,di mana pikiran-pikiran tentang dirimu serta hal-hal yang sudah kita lalui bersama tetap tersimpan hangat dan aman..
Karena pada saat-saat kita terpisah, aku ingin agar kau menyimpanku dalam hati dan pikiranmu..
Kau telah memenuhi hati dan pikiranku dengan kenangan yang cukup banyak untuk kusimpan
Kehadiranmu adalah suka cita yang istimewa
dan aku ingin kau tau, bahwa untuk semua yang telah kita lalui bersama
semua 'kebersamaan' saat-saat serius dan konyol, aku sangat menghargaimu..
Kehadiranmu adalah sinar mentari di kala mendung..,
Pengertian dan kasih sayangmu memberiku kekuatan
Moment-moment indah yang sudah pernah kita lalui bersama adalah sesuatu yang memenuhi hati kita dan selalu akan menjadi bagian berharga untuk dikenang..
Hmmm.., sepercik pertengkaran pada saat-saat tertentu dan tawa yang melimpah..!!
Hari ketika kau dan aku 'bertemu', akan selalu ada dalam hatiku..
Walau perjalanan hidup kita tengah membuat kita terpisah jauh dan harus melewati jalan yang berbeda, ketika kehidupanmu berubah, kehidupanku pun berubah. Tapi aku yakin, kesediaan kita untuk mendukung dan menerima aspek-aspek yang berubah dalam hidup kita masing-masing ini, akan senantiasa memperkuat ikatan khusus kita.
Apapun kehidupan kita nantinya, ingatlah selalu bahwa, tidak akan pernah ada hari di mana aku tidak memikirkanmu, berdoa buatmu, dan mengirimkan kasihku untukmu..
Kau telah menolongku melewati saat-saat sulit..
"Terima Kasih" saja, mungkin tidaklah cukup untuk mengungkapkan penghargaanku atas semua kebaikanmu selama ini.."
Terima kasih karena kau telah ada untukku untuk melewati saat-saat indah dengan perkataan-perkataan manis dan perhatian yang tulus..
Terima kasih karena kehadiranmu dalam hidupku telah membuat dunia ini menjadi kediaman yang lebih indah..
Terima kasih karena kau telah menjadi dirimu sendiri..
Terima kasih untuk telinga yang bersimpati dan perhatian yang tak terpecah..
Terima kasih karena kau telah menunjukkan sisi yang lebih cerah dalam hidupku,dan berupaya membantuku ke arah yang lebih baik..,
semua 'kebersamaan' saat-saat serius dan konyol, aku sangat menghargaimu..
Kehadiranmu adalah sinar mentari di kala mendung..,
Pengertian dan kasih sayangmu memberiku kekuatan
Moment-moment indah yang sudah pernah kita lalui bersama adalah sesuatu yang memenuhi hati kita dan selalu akan menjadi bagian berharga untuk dikenang..
Hmmm.., sepercik pertengkaran pada saat-saat tertentu dan tawa yang melimpah..!!
Hari ketika kau dan aku 'bertemu', akan selalu ada dalam hatiku..
Walau perjalanan hidup kita tengah membuat kita terpisah jauh dan harus melewati jalan yang berbeda, ketika kehidupanmu berubah, kehidupanku pun berubah. Tapi aku yakin, kesediaan kita untuk mendukung dan menerima aspek-aspek yang berubah dalam hidup kita masing-masing ini, akan senantiasa memperkuat ikatan khusus kita.
Apapun kehidupan kita nantinya, ingatlah selalu bahwa, tidak akan pernah ada hari di mana aku tidak memikirkanmu, berdoa buatmu, dan mengirimkan kasihku untukmu..
Kau telah menolongku melewati saat-saat sulit..
"Terima Kasih" saja, mungkin tidaklah cukup untuk mengungkapkan penghargaanku atas semua kebaikanmu selama ini.."
Terima kasih karena kau telah ada untukku untuk melewati saat-saat indah dengan perkataan-perkataan manis dan perhatian yang tulus..
Terima kasih karena kehadiranmu dalam hidupku telah membuat dunia ini menjadi kediaman yang lebih indah..
Terima kasih karena kau telah menjadi dirimu sendiri..
Terima kasih untuk telinga yang bersimpati dan perhatian yang tak terpecah..
Terima kasih karena kau telah menunjukkan sisi yang lebih cerah dalam hidupku,dan berupaya membantuku ke arah yang lebih baik..,
Terima kasih karena melalui engkau aku telah banyak belajar dan mengetahui tentang banyak hal..,
Terima kasih atas waktu yang kau berikan..,
Waktu yang tidak pernah berhenti untuk mengutamakan kepentinganku,
Waktu untuk mendengarkan masalah-masalahku dan membantuku untuk menemukan solusinya..
Kita telah melakukan yang terbaik untuk membawa harapan kita di masa yang akan datang. Kita selalu saling terbuka dan tak peduli apapun, kita selalu membiarkan satu sama lain tahu bahwa kita benar-benar saling mengasihi dan peduli satu sama lain.
Bagiku semua sangat berarti..
Bersamamu aku tidak perlu berpura-pura untuk menjadi seseorang yang bukan diriku. Kau bisa menerima aku apa adanya dan apa yang aku tampilkan.
Bersama, kita bisa menertawakan segala sesuatu dan menangis tanpa malu..
Aku bisa bicara padamu dengan begitu mudahnya, aku bisa mempercayaimu dengan pikiran-pikiran yang terdalam..
Aku bisa tertawa bersamamu pada saat-saat penuh gejolak juga sudah bisa menertawakan diriku sendiri..
Dan, bersamamu aku sudah bisa belajar berdamai
dengan hati.., juga waktu.."
Terima kasih atas seluruh moment yang kita lalui bersama, moment yang penuh dengan berbagai perasaan, pikiran, impian dan harapan.., rahasia, tawa serta airmata..
Setiap detik yang berharga akan selalu ku simpan dalam hati..
Saat-saat 'kebersamaan' kita adalah harta yang berharga dalam hatiku..
Aku mengharapkan kasih, tawa dan semua hal yang terindah dalam kehidupanmu..,dan lebih banyak adalah segala sesuatunya yang membuatmu bahagia..
Semoga masa depan akan membawa sukacita dan kesuksesan untuk kita berdua dalam melewati saat-saat bahagia maupun masa-masa sulit yang terbentang.
Dan, semoga kebahagiaan yang tak terukur dan kasih sayang yang tanpa akhir selalu bersamamu..
Terima kasih atas waktu yang kau berikan..,
Waktu yang tidak pernah berhenti untuk mengutamakan kepentinganku,
Waktu untuk mendengarkan masalah-masalahku dan membantuku untuk menemukan solusinya..
Kita telah melakukan yang terbaik untuk membawa harapan kita di masa yang akan datang. Kita selalu saling terbuka dan tak peduli apapun, kita selalu membiarkan satu sama lain tahu bahwa kita benar-benar saling mengasihi dan peduli satu sama lain.
Bagiku semua sangat berarti..
Bersamamu aku tidak perlu berpura-pura untuk menjadi seseorang yang bukan diriku. Kau bisa menerima aku apa adanya dan apa yang aku tampilkan.
Bersama, kita bisa menertawakan segala sesuatu dan menangis tanpa malu..
Aku bisa bicara padamu dengan begitu mudahnya, aku bisa mempercayaimu dengan pikiran-pikiran yang terdalam..
Aku bisa tertawa bersamamu pada saat-saat penuh gejolak juga sudah bisa menertawakan diriku sendiri..
Dan, bersamamu aku sudah bisa belajar berdamai
dengan hati.., juga waktu.."
Terima kasih atas seluruh moment yang kita lalui bersama, moment yang penuh dengan berbagai perasaan, pikiran, impian dan harapan.., rahasia, tawa serta airmata..
Setiap detik yang berharga akan selalu ku simpan dalam hati..
Saat-saat 'kebersamaan' kita adalah harta yang berharga dalam hatiku..
Aku mengharapkan kasih, tawa dan semua hal yang terindah dalam kehidupanmu..,dan lebih banyak adalah segala sesuatunya yang membuatmu bahagia..
Semoga masa depan akan membawa sukacita dan kesuksesan untuk kita berdua dalam melewati saat-saat bahagia maupun masa-masa sulit yang terbentang.
Dan, semoga kebahagiaan yang tak terukur dan kasih sayang yang tanpa akhir selalu bersamamu..
*Sumber : Adit,
Langganan:
Postingan (Atom)