Rabu, 30 Oktober 2013

Surat ( Yang Masih Saja) Untuk Kamu ..

Hei apa kabar kamu? Masihkah aku jadi yang pertama kaupikirkan? Disini, di tempatku, semua tentangmu masih jadi yang utama. Semuanya masih tentang kamu, segalanya masih berisikan kamu. Ingatanku, hatiku, semuanya. Mataku masih hanya melihat dirimu, meskipun orang yang dihadapanku bukan kamu. Telingaku masih mendengar suaramu, meskipun bukan kamu yang berbicara. Kamu masih sangat melekat di jemariku, dengan hangat yang sama seperti dulu kamu pernah menggenggamnya. Kamu menempel terlalu lekat, tanpa perlu lem perekat super kuat.

            Dan kamu masih menjadi sebabku melamun lalu menghelah napas dengan berat. Kamu masih jadi sebabku mendengarkan lagu galau lalu menuliskannya sampai berlembar-lembar halaman. Kamu masih jadi trending topic di tiap posting blogku. Temanya masih tentang kamu, lalu judulnya sampai isinya. Kamu masih ada, menghuni ruang di pojok rumah hatiku yang kuberi nama “Kenangan”. Masih betah disana? Atau mau pindah ke ruangan lain? Atau rumah yang lain?

            Hei kamu, bolehkah kalau kubilang, aku rindu?

            Aku rindu matamu, yang pernah menatapku begitu dalam sampai aku merasa tenggelam di dalamnya. Aku rindu senyummu, yang lengkungnya seperti pelangi terbalik, mewarnai hariku yang monokrom. Aku rindu ucapan “selamat malam” milikmu, ucapan “selamat malam” milik orang lain tak semanis milikmu. Aku rindu parfummu, aku tidak tahu merknya apa tapi sialnya setiap ada orang yang memakai parfum yang sama denganmu, lututku langsung lemas. Masih sebegitu kuatnya efekmu melemahkan urat sarafku. Aku rindu suaramu, berat dan lembut. Suara yang selalu ingin kudengar di ujung hari yang melelahkan.

            Hei kamu, masihkah mendengarkan aku?

            Ingat janjimu pada malam itu? Kamu akan memenuhi semua keinginanku, mengajakku berjalan-jalan dengan motor barumu. Aku masih menunggunya loh. Tapi tidak apa-apa, lupakan saja kalau itu terlalu berat untukmu. Aku tidak mau menagihnya langsung padamu. Jika Tuhan berbaik hati, Dia akan menyuruh angin membisikkan pintaku ke telingamu hingga kamu sadar kalau bisik itu adalah isi hatiku. Tapi Tuhan sungguh berbaik hati, Dia memberikan apa yang kubutuhkan, dan mungkin saja kamu bukan salah satunya. Tapi tidak apa-apa, lupakan saja.

            Dan Kamu,

            Demi semua hal absurd yang pernah kulakukan, dan demi semua tulisan random yang pernah kutulis di blog atau di buku harianku, jika kukatakan aku ingin kamu kembali, bisakah kamu penuhi itu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar