Heii Blogger terima kasih karna kalian mau mampir ke
blog yang sederhana ini.
di posting kali ini aku mau membagikan novel karta
Luna Torashyngu. Siapa yang tidak kenal? tentunya kalau kalian suka sama novel
Teenlit pasti kalian kenal..
Dalam resensi novel Lovasket ini,
Luna Torashyngu (Sang Pengarang) mengisahkan tokoh utama bernama Savira
Priskilla (Vira), puteri tunggal seorang Direktur Bank Central Buana. Ia
bersekolah di SMA Altavia, sebuah SMA Elit di Bandung. Vira mewakili SMA Altavia
dalam Turnamen Bola Basket se-Jawa-Bali dan menjadi MVP alias pemain terbaik
dan top score. Vira merupakan ketua dari geng putri yang sangat berpengaruh di
SMA Altavia, sebutan gengnya adalah “The Roses”. “The Roses” beranggotakan 5
anggota yaitu Vira, Amel, Stella, Lisa, dan Diana. Kelima anggota geng ini
mempunyai latar belakang keluarga yang berbeda-beda. Dan karena perbedaan itu
“The Roses” dianggap paling powerfull. Geng yang mempunyai motto “ BE PARTY, BE
HAPPY !!! ” ini, sangat hobi hangout, shopping, nonton, clubbing, jalan-jalan
di mal, pokoknya suka have fun dan party-party. Status Vira sebagai ketua geng
putri “The Roses”, atlet basket andalan sekolah, dan pengurus OSIS bidang
olahraga membuatnya menjadi orang paling berpengaruh di sekolahnya, paling
tidak di kalangan putri. Terlebih lagi Vira juga menjalin hubungan dengan Robi
anak kelas 3 sang atlet basket, putera dari ketua yayasan yang menaungi SMA
Altavia, tak heran jika Vira seakan - akan menjadi “Top Girl” di SMA Altavia.
Suatu hari, hidup Vira yang mewah berubah drastis. Semua harta benda orang
tuanya disita oleh kejaksaan. Ini karena Papa Vira dituduh korupsi, hingga
membuatnya harus mendekam di balik jeruji besi dengan waktu yang cukup lama.
Tak hanya itu, Vira harus rela dikeluarkan dari SMA Elit itu. Dan tinggal
dirumah kontrakan kecil seadanya bersama ibunya. Selain nasib yang menimpanya
itu, Vira juga terpukul atas apa yang telah di perbuat oleh Stella, Lisa, dan
Diana, teman - teman yang dekat dengannya kini menjauhinya, terkecuali Amel.
Namun, Amel pun diancam oleh Stella, Lisa dan Diana untuk ikut memusuhi Vira.
Vira merasa heran melihat perbuatan teman – teman dekatnya. Dulu, mereka saling
tolong - menolong dan sekarang saat Vira sedang membutuhkan bantuan, mereka
malah meninggalkan dan memusuhi Vira. Sejak saat itu Vira telah berubah. Vira
sangat membenci basket yang selama ini sudah mendarah daging dalam dirinya, dia
menjadi tertutup dan jarang sekali merawat rambutnya. Kini Vira sekolah di SMA
31, sekolah yang terletak di pinggiran kota. Dia menemukan teman baru yaitu
Niken, yang dalam resensi novel lovasket ini menjadi sang ketua OSIS sekaligus
anak seorang penjual krupuk langganan Ibu Vira. Niken berjanji akan membantu
Ibu Vira untuk mengembalikan keceriaan Vira. Usaha Niken untuk mendekati Vira
selalu mendapat sambutan dingin, namun Niken tidak pantang menyerah. Perjuangan
Niken akhirnya membuahkan hasil, kini Vira mulai terbuka terhadap Niken. Ibu
Vira juga berusaha untuk memberikan semangat kepada Vira. Ibu Vira menceritakan
sedikit tentang kehidupan Niken yang jauh lebih menyedihkan daripada kehidupan
Vira saat ini. Dan Niken lambat laun dapat bangkit kembali dari kesusahan
hidupnya. Di akhir tahun pelajaran akan diadakan penghapusan ekskul yang
dianggap tidak dapat menunjukkan prestasi yang membanggakan sekolah, basket
salah satunya. Niken berencana mengikutsertakan tim basket SMA 31 di Turnamen
Bola Basket Antar-SMA Se-Bandung Raya agar ekskul Basket tidak di hapus dari
sekolah. Niken pun berusaha keras untuk mengajak Vira agar Vira mau bergabung
dengan tim basket SMA 31. Suatu hari, Diana datang kerumah Vira. Vira pun masih
sakit hati terhadap perbuatan Diana saat Vira sedang kesusahan. Kedatangan
Diana ke rumahnya hanya untuk mengatakan bahwa dia “hamil”. Lantas mengapa Diana
tidak datang ke tempat sahabat-sahabatnya, Stella dan Lisa, justru Diana datang
kepada Vira yang jelas-jelas bukan sahabatnya lagi. Vira pun acuh tak acuh
terhadap perkataan Diana. Hingga suatu pagi Vira di kagetkan oleh telepon yang
berasal dari Diana. Ternyata Diana mengucapkan kata terakhir kalinya kepada
Vira. Diana bunuh diri dan membuat Vira terpukul karena sikapnya yang acuh tak
acuh saat Diana datang kepadanya. Akhirnya Vira mau bergabung dengan tim basket
SMA 31. Awalnya masuknya Vira sebagai tim inti basket cewek mengundang protes
dari kapten tim dan beberapa anak lain. Namun, Vira bergabung setelah semua
anggota tim basket tercengang melihat kemampuan Vira yang berskill tinggi.
Dengan bergabungnya Vira di dalam tim basket SMA 31, Vira menjadi dekat dengan
Rey yang merupakan atlet basket cowok SMA 31. Sekembalinya Vira ke dunia basket
membuat Vira dapat pulih seperti Vira yang dulu. Untuk mengasah kemampuan
bermain basket Vira, hampir setiap malam minggu Vira bersama dengan Rey
mengikuti pertandingan streetball. Kedekatan Vira dengan Rey membuat Niken yang
selama ini memendam cinta untuk Rey, cemburu. Dan sempat menimbulkan konflik.
Suatu sore, tim basket SMA 31 melakukan pertandingan persahabatan antara SMA
23. SMA 31 unggul daripada SMA 23 dengan skor yang cukup baik, tapi kemenangan
tim SMA 31 mendapat sambutan yang tidak baik dari anggota tim. Konflik baru
kembali muncul antara Vira dengan Rida sang kapten basket putri SMA 31 yang
tidak terima karena Rey lebih membela Vira sebagai anak baru daripada Rida.
Sejak konflik tersebut, Vira berusaha untuk memberikan penjelasan kepada Rida.
Suatu hari, Vira mengajak Rida ke C-Tra Arena untuk melihat latihan anak-anak
SMA Altavia bermain basket. Namun, keberuntungan sedang tidak ada di pihak
Vira, saat mereka berdua akan meninggalkan arena, Vira dan Rida bertemu dengan
Stella dan Lisa.. Stella berniat mengajak bertanding Vira 1 on 1 , tawaran itu
diterima oleh Vira karena Vira ingin menyelamatkan Rida. Vira dapat dikalahkan
oleh Stella, semuanya terjadi karena Vira hanya ingin mengalah saja. Rida
akhirnya tetap bersatu bersama Vira untuk berjuang memenangkan turnamen basket
antar sekolah. .Usai pertandingan selesai, seperti biasa Vira diantar pulang
oleh Rey. Vira kaget karena yang ada di hadapannya bukan sang Ibu, tapi sa. SMA
Altavia mewakili sekolah mewah yang ada di pusat kota, sedangkan SMA 31 yang
terletak di pinggiran kota mewakili sebagian besar sekolah yang ada di
Indonesia. Dan juga pertandingan ini merupakan pertarungan pribadi antara 2
pemain basket SMA terbaik di Bandung, Stella Winchest dari SMA Altavia dan
Savira Priskila dari SMA 31. Pertandingan ini sekaligus membuktikan siapa yang
pantas disebut “Best of the Best”. Pertandingan hampir dimulai, namun Vira
belum juga muncul. Pertandingan pun dimulai tanpa adanya Vira. Kata Niken, Vira
datang terlambat karena ia ada urusan dengan Stephanie, salah seorang alumnus
SMA Altavia yang mengerti benar sifat Robi. Meski akhirnya SMA 31 kalah, karena
SMA Altavia yang berkaptenkan Stella mantan sabahat Vira itu berbuat curang.
Gelar Top Scorer telah jelas di raih oleh Stella, tapi gelar MVP diterima oleh
Vira dari SMA 31. Tugas Vira untuk membantu tim basket agar tidak di hapus
telah selesai, namun Vira masih mempunyai tugas yang harus segera ia selesaikan.
Vira mejelaskan semua tentang kedekatannya dengan Rey kepada Niken. Meski
keluarga Vira dapat kembali seperti dulu, Vira tetap bersekolah di SMA 31.
Karena disini Vira sudah merasa nyaman. Amel, sahabat Vira memutuskan untuk
pindah ke sekolah Vira dan Niken. Liburan semester tiba. Vira berlibur ke
Australia, disana dia menemukan cintanya. Dialah Kak Aji yang mendapat beasiswa
kuliah di University of Sydney, Australia. Dan ternyata Kak Aji adalah kakak
Niken.°ng Papa. Betapa bahagianya Vira karena Papanya terbukti tidak bersalah
sehingga semua harta keluarga Vira dapat kembali seperti dulu. Hingga pada
akhirnya, SMA 31 besok berhadapan dengan SMA Altavia. Di luar dugaan Vira,
malam harinya, Robi datang kerumah Vira dengan maksud yang tertentu. Akhirnya puncak
pertandingan tiba. Pertandingan ini merupakan “pertempuran” dari 2 sekolah yang
berbeda 180
Bagi kalian yang ingin tau kelanjutan
ceritanya,Silahkan download disini :)
1. Lovasket 1
Lovasket 3
Selamat Membaca :)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar